Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya

Surabaya, 21 September 2007

Kalau dilakukan perhitungan terhadap lowongan kerja pada iklan koran mudah sekali didapatkan, bahwa kesempatan kerja sebagai sales paling banyak ditawarkan. Tidak dapat dipungkiri semua perusahaan membutuhkan tenaga penjual. Apalagi perusahaan yang menjual produk & jasa secara direct selling (penjualan langsung) ke pemakai pasti dibutuhkan armada sales yang cukup besar.

Penulis sudah melakukan perekrutan sales sejak 14 tahun yang lalu. Perkembangan dalam dua tahun terakhir ini menunjukkan penurunan yang cukup drastis terhadap minat menjadi sales. Khususnya sales yang mendapat peluang penghasilan yang tidak terbatas, tapi disisi lain tunjangan yang diberikan terbatas. Peluang ini sebenarnya untuk menggali jiwa kewirausahaan. Nampaknya orang Surabaya lebih memilih menjadi karyawan dibidang lain, seperti administrasi, sekretaris, komputer atau yang lainnya. Bahkan sebagai sales yang digajipun kurang diminati. Karena walaupun digaji tenaga penjual pasti dibebani target penjualan. Ujung-ujungnya kalau target tidak tercapai, pasti ada pemberhentian.

Mengapa sedikit saja pencari kerja tertarik dengan profesi menjual ? Padahal hampir semua wirausahawan atau pengusaha memulai bisnisnya sebagai orang sales. Setelah menguasai medan pemasaran, mulailah dengan membuka usaha sendiri. Tantangan di dunia penjualan sebenarnya sangat menaik, tentu bagi yang menyukainya. Untuk menjadi tenaga penjual, seorang sales pasti akan diberikan training. Beberapa training yang dibutuhkan sales adalah training pengetahuan produk/jasa, training ketrampilan menjual, komunikasi dan membangun hubungan.

Menjual adalah sebuah ketrampilan. Dibutuhkan pengulangan dan praktek langsung serta latihan yang serius. Menguasai ketrampilan menjual tentu membutuhkan waktu yang cukup. Sabar dan tekun adalah rahasia mendapatkan kemampuan tersebut. Penghalang utama ada pada mentalitas instan mau cepat berhasil. Sedangkan di dunia penjualan, kita harus membangun jaringan nasabah, klien atau pelanggan. Semua itu membutuhkan waktu dan upaya yang terus menerus layaknya petani yang menabur benih, harus menunggu waktu menuai sembari tetap memelihara dan menyirami bibit yang telah disemainya.

Tantangan lainnya adalah penolakan. Banyak orang sales yang terpental atau mundur gara-gara ditolak. Pemahaman yang salah tentang penolakan membuat sales sangat tertekan. Berbeda dengan sales yang sukses, yang menganggap penolakan sebagai bagian dari proses mendapatkan persetujuan. Yang gagal dan yang berhasil hanya berbeda sikap dalam menerima penolakan. Sikap pantang mundur dan optimis sangat dibutuhkan profesi sales.

Kemampuan membangun jaringan pertemanan bisnis juga merupakan kelemahan utama banyak orang sales. Jaringan harus dibangun sejak si sales pertama terjun di dunia penjualan. Lima tahun setelah memilih profesi sales, jaringan bisnisnya akan menggurita dan efektif menghasilkan referal dan referensi bisnis. Tentu bila dalam waktu lima tahun tersebut jaringan benar-benar dikembangkan dan diperluas.

Ketrampilan dalam komunikasi terkait dengan efektifitas membangun jaringan. Bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam komunikasi, membaca, menulis, berbicara mendengarkan sangat kurang pada banyak orang. Kemampuan membaca untuk mendapat pengetahuan yang terkait dengan pelanggan. Menulis untuk menyampaikan laporan. Berbicara secara berurutan dan mudah dicerna untuk presentasi. Dan yang penting mendengarkan dengan baik untuk menemukan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Meremehkan persiapan yang matang sebelum menemui pelanggan, karena menganggap mampu berbicara dengan baik. Ketrampilan dalam berkomunikasi dapat dikuasai dengan latihan dan persiapan yang baik sebelum ke lapangan.

Penampilan sales dituntut sesuai dengan produk/jasa yang dijual, dan target konsumen yang dilayani. Pakaian, kerapian dandanan, kebersihan tubuh dan wajah yang ceria mengharuskan sales melupakan dulu segala problem pribadi saat melayani pelanggan. Seringkali keterbatasan dana membuat sales tampil kurang optimal. Sehingga penampilannya tidak menjual. Begitu juga produknya, yang dipersepsi sama dengan salesnya, oleh si calon pelanggan.

Berbicara profesi sales tidak boleh hanya tantangannya saja tapi harus dilihat peluang penghasilannya. Biasanya dalam bentuk komisi. Jumlahnya bisa sangat besar, bahkan melampaui gaji dari manager atau direkturnya. Pada beberapa perusahaan bahkan orang sales bisa mendapat penghasilan lebih dari keuntungan perusahaan. Luar biasa. Dan yang paling penting orang sales adalah calon pesaing bagi perusahaan bila dia membangun perusahaan sendiri.

Memang tidak semua perusahaan memberi kompensasi yang sangat besar pada orang salesnya. Sangat bergantung pada produk dan jasa yang dijual. Pada perusahaan asuransi dan broker properti kompensasi yang diberikan bisa dalam bentuk perjalanan wisata keluar negeri dan penghargaan lainnya. Orang sales memang dipacu dengan program yang dibuat perusahaan, untuk mencapai prestasi penjualan setinggi mungkin. Tapi dengan berkembangnya persaingan yang terjadi dalam bisnis, orang sales yang potensial paling berpeluang dibajak oleh perusahaan kompetitor. Penawaran jabatan dan kompensasi sering menjadi alasan orang sales menyeberang ke perusahaan lain. Suatu peningkatan karir yang sangat menjanjikan dibanding pekerjaan dibidang lain. Sales mudah sekali pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, sampai menemukan produk dan jasa yang paling cocok bagi dia. Perusahaan yang memberikan imbalan yang memadai, serta kesempatan peningkatan prestasi dan jabatan yang menarik.

Menariknya dibidang penjualan, banyak waktu dilapangan. Orang sales sering bisa mengatur waktu dengan lebih fleksibel. Asal tidak malah menjadi tidak disiplin. Sering kontak dengan orang lain yang nota bene adalah calon pelanggan dan klien. Kadang menciptakan peluang bisnis lain. Tapi jangan sampai membuat sales menjadi tidak focus yang akhirnya tidak memberi hasil apapun.

Godaan juga sering datang pada sales wanita, sehingga timbul pandangan miring terhadap profesi sales. Pelayanan pada calon pelanggan yang berlebihan sampai melanggar batas norma kesusilaan. Gangguan dari calon pelanggan bisa dihindari, asal sales bersikap profesional. Tidak menggunakan kelebihan fisiknya untuk menarik calon pembeli untuk bertransaksi. Pasti hal ini harus dilihat sebagai penyimpangan yang bisa terjadi juga pada profesi yang lain. Bukan monopoli pelanggaran etika oleh orang-orang sales saja.

Setiap perusahaan menyadari, dalam perekrutan tenaga penjual selalu didapatkan orang yang belum berpengalaman. Training pasti diberikan sebelum menerjunkan orang sales ke lapangan. Bukan hanya training pada awal bergabung. Training-training berkelanjutan dan berjenjang juga harus disiapkan bila menginginkan orang salesnya berhasil dan menang dalam bersaing dengan kompetitor. Bagi orang sales kesempatan training adalah peluang emas untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilannya dalam menjual. Seminar dan training yang diadakan sering diikuti oleh banyak orang sales. Club-club bisnis juga banyak anggotanya adalah orang sales. Menjadi sales memang dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan dan jaringan. Semua itu bisa diperoleh melalui seminar.

Peluang yang sangat besar dalam penghasilan dan hubungan bisnis yang lebih luas sering menarik orang untuk mencoba menjadi sales. Tapi harus melalui tantangan yang ada. Mengalami proses yang membutuhkan waktu, sukses menanti Anda yang serius didunia sales. Untuk mereka yang belum mendapatkan pekerjaan dibidangnya, dunia sales menanti dan menantang Anda untuk mencobanya. Siapkah Anda ?

RUKO RAYA RANDU
LT: 180    LB: 250

HAK MILIK
IDR: 3800000000 -
RUMAH MEDOKAN SEMAMPIR SELATAN
LT: 200    LB: 180

HAK MILIK
IDR: 2100000000 -
RUKO KLAMPIS JAYA
LT: 160    LB: 326

HAK MILIK
IDR: 7000000000 -
RUMAH KUSUMA BANGSA
LT: 389    LB: 150

HAK PAKAI
IDR: 250000000 -