Follow Up Calls

Surabaya, 13 Okt 2008

Follow Up Calls (FUC)

Setiap sales dan agen properti pasti tahu aktifitas ini. Bahkan FUC atau menelpon untuk menindak lanjuti, sudah menjadi makanan sehari-hari. Tapi banyak marketing yang menganggapnya sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan. Adapula yang takut dan tertekan dalam melakukannya.

Bagi agen properti, alasan yang utama adalah takut ditolak. Baru memikirkan FUC saya sudah menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif.

Beberapa pikiran yang sering mengganggu seorang marketing pada saat akan FUC, adalah :

1. Prospek / kastemer tidak akan tertarik.
Kok tahu ? Anda bahkan belum menelpon. Justru Anda menelpon untuk mencari tahu, daripada hanya menduga dengan anggapan yang negatif.

2. Kalau saya telpon nanti dianggap memaksa.
Apa mungkin ada orang yang bisa dipaksa membeli ? Apa benar Anda akan memaksa. Beberapa prospek / kastemer malah senang karena Anda menelpon.

3. Kalau prospek tertarik, kan bisa telpon saya.
Tidak akan. Bisa juga mereka ragu untuk menelpon lebih dulu. Marketing lain yang akan menghubungi dia bila Anda menunda.

4. Saya tidak tahu mesti ngomong apa ?
Bagus. Belajarlah dan lakukan persiapan. Anda tidak harus sehebat top marketing untuk mulai melakukan FUC.

5. Saya tidak suka ditelpon oleh marketing, prospek dan kastemer juga.
Kita tidak suka ditelpon oleh orang asing (cold call) atau orang yang bodoh. Yang pasti kita telah mempersiapkan diri dan bersikap profesional.

6. Saya pasti ditolak, buat apa dicoba.
Pasti ? Anda sangat negatif. Apakah itu pengalaman Anda ? Apa resiko ditolak ? Anda dimaki atau dipukul ? Yang pasti kalau Anda cukup persiapan dan profesional, Anda akan kaget dengan sambutan yang Anda terima.

7. Lebih baik saya tunggu minggu depan.
Anda akan kehilangan momentum, prospek akan lupa. Satu sampai tiga hari cukup baik. Lebih dari itu Anda akan kalah bersaing.

8. Saya benar-benar malas telpon "follow up".
Apakah Anda tidak ingin mengembangkan bisnis ? Malas mendapat klien baru, peluang baru, transaksi baru, juga penghasilan baru ?

9. Nanti saya dikira mengemis.
Mengemis atau tidak tergantung cara Anda menyatakan. Anda akan berhasil, jangan merendahkan diri.

10. Marketing lain juga belum tentu melakukan FUC.
Memang sebagian agen properti segan melakukan FUC. Tapi sedikit dari mereka yang melakukan adalah marketing yang sukses mengembangkan bisnisnya.

11. FUC sering sia-sia.
Siapa bilang ? 90% dari bisnis kita tidak terjadi spontan, tapi melalui FUC demi FUC. Proses yang sangat penting dalam penjualan adalah FUC.

12. Saya tidak punya waktu.
Apakah Anda tidak punya waktu untuk berhasil ? Kalau Anda tidak punya waktu untuk FUC, mengapa Anda jadi sales ? Kenapa tidak berhenti ? Mengapa membuang waktu ?

Apa gunanya FUC ? Memastikan hubungan kita dengan prospek dan kastemer bisa ditingkatkan lagi. Tentu FUC kita lakukan setelah sempat menghubungi lewat telpon sebelumnya. Bisa juga kita sudah bertemu dalam kesempatan yang lain.

Salah paham pada marketing, bila FUC dianggap kesempatan untuk jualan atau closing saja. Padahal melalui FUC kita mencari kesempatan dan kemungkinan hubungan lebih lanjut. Hubungan itu bisa membawa kita pada transaksi atau referal bisnis.

Contoh FUC :
Halo Pak andi, saya Yafet. Kita bertemu dalam seminar tiga hari yang lalu. Saya menelpon untuk menjajagi kemungkinan ada kebutuhan investasi properti Bapak yang sesuai dengan jasa saya ?

Apakah FUC seperti itu akan merugikan Anda.
Mari kita melihat pikiran-pikiran positif yang membuat FUC Anda menyenangkan dan menggairahkan.

1. Prospek dan kastemer menghargai inisiatif Anda menelpon. Anda akan dinilai propfesional dan punya perhatian padanya.

2. FUC akan membuka peluang bisnis yang tidak terduga dan mengejutkan.

3. Ketrampilan Anda melakukan FUC membuat Anda seorang agen properti yang cerdas dalam bisnis, berpikir cepat. Anda akan menemukan pertanyaan yang menantang dan memikirkan solusi yang inovatif.

4. Ketika Anda menguasai FUC yang profesional tidak ada yang bisa menghambat bisnis Anda.

Jadi, lakukan FUC setiap saat.

Yafet Kristanto
ERA Indonesia

RUKO KLAMPIS JAYA
LT: 160    LB: 326

HAK MILIK
IDR: 7000000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH PAKUWON INDAH GRANADA BLOK PF
LT: 300    LB: 300

PENGIKATAN JUAL BELI
IDR: 185000000 -